Pages

10.06.2011

Dear Math

[x]




Dear Math, 
Why are you so boring?
You taught us about problem solving
But you still can't solve anything.


Dear Math,
Why are you searching for x on and on?
They say you should move on
Just accept the fact that she's gone.

Dear Math,
You're full of loathsome
You're not awesome
Just like some old men
Who paint their pants chrome.

Wkwk ini lebih seperti curhat ya =) aku bikin puisi ini waktu jam MTK dan atmosfernya ngantuk banget. Aku lagi nanya ke guruku dengan polosnya, "Pak, kenapa sih kalo pelajaran matematika itu saya selalu jadi ngantuk?" Dan rima di ujung-ujungnya itu paling ganyambung banget, karena kepikiran pake kata 'chrome' aja jadinya aneh banget. LOL hope you could relate.

Kericuhan Kelas IPA


[x]


Tangan mengacung ke atas
Taruhkan nyawa di atas kertas
Begitulah suasana di kelas IPA
Agungkan semboyan ‘makan atau dimakan’.

Kadang perut dapat tergetar
Menonton tarian-tarian liar
Ketika sang Hakim bangkit dari kursinya
Dunia kiamat detik itu juga.

Tawa dan air mata bercampur jadi satu
Bagai gempa dan tsunami
Jiwa yang gagal berlalu lalang
Akhiri hidup mereka
Tirukan Ayu Ting Ting menari.

Beginilah suasana kelas IPA saya sehari-hari B) cukup rame lah. Tapi yang pasti nggak pernah sepi. Kalaupun sepi itu karena gurunya lagi mood killer. Jadi guru IPA ini menerapkan hukum yang agak kejam di kelas IPA saya, yaitu ngasih presentasi tiap hari. Terus harus ada tanya jawab yang aktif tanpa melirik buku karena kita emang harus hapal materinya di luar kepala. Kalau ada yang nggak bisa jawab disuruh maju ke depan. Tapi di akhir pelajaran hukumannya adalah nari sambil joget di depan kelas. Itu bagian ramenya. Apalagi kalau guru itu udah bangkit dari kursi dan ikutan joget, perut dijamin gak bakal selamat.

Surga Kecil Milikku [puisi]

[x]


[x]


Bagai surga di puncak dunia
Menunggu untuk dijelajahi
Dinding cakrawala biru itu
Nantikan dilukis oleh mimpi-mimpi itu

Kubayangkan seperti apa rasanya
Hidup di permadani hijau itu?
Apakah cahaya menyala itu
kan ada di sampingku setiap malam?

Kukayuh sepeda semakin ke atas
Baringkan diri di bawah akar-akar kenari
Menatap langit tanpa batas
Miliki keyakinan dalam sanubari.

Ini waktu di Bandung di rumah Dhania. Di belakang kompleks ada tanah kosong, dari sana bisa ngeliat pemandangan macem-macem ke bawah, emang agak tinggi sih. Dan ngeliat pemandangan itu rasanya pengen lari-lari jumpalitan tidur-tiduran di rumput teriak-teriak sekenceng-kencengnya. Sayangnya nggak kesampaian sih ._. tapi waktu malam tahun baru kita sepedaan ke sana terus keliatan kembang api dari bawah. Indah banget. Life's good.

Balada Lari Kepiting [puisi]


[x]


Berlari kencang bagai kuda
Berlari miring bagai kepiting
Sentuhlah garis putih di ujung
Dan kembali lagi ke sana.

Dua belas, tiga belas, napasku memburu
Kuayunkan kakiku semakin kencang
Tali sepatu yang lepas tak buat ku ragu
Tetap saja kulari terpincang-pincang

Di atas tali sepatuku ku melangkah
Oh! Dunia serasa berputar!
Lalu aku terduduk
Temukan lututku sudah berdarah.

LOL ini sebenernya pengalaman pribadi ya xD jadi waktu itu pelajaran penjaskes, yang disuruh ngestep atau gimana gitu, pokoknya lari miring dari ujung, nyentuh garis, terus lari miring balik lagi. Berkali-kali sampai disuruh stop. Nginjek tali sepatuku yang copot terus jatoh deh. Kaya orang jatuh biasa aja sih. Jatuh terus korengan gitu. *tutup blog*