7.12.2012

The Amazing Spiderman Review, and a long rant about Stonefield.

Yeaaah akhirnya nonton Spider-Man juga! Tadi nonton bareng Sasha, Celia sama Vicky di Plangi. Emang agak telat sih, tapi belom juga ah. Sebel juga dari kemaren di Tumblr banyak gif sama fotonya dan banyak spoiler juga. Dan pada saat gue baru nonton, ababil-ababil udah mulai mengambil putaran kedua.



Peter menemukan rumus rekayasa genetik yang ditemukan ayahnya, ilmuwan Oscorp yang  menghilang tanpa jejak bersama ibunya waktu dia masih kecil. Rumus itu membawanya ke Dr. Connors, mantan partner ayahnya. Tapi percobaannya nggak berjalan lancar, malah mengubah Dr Connors jadi The Lizard. And once again the day is saved thank you for Powerpuff Girls terererengtengteng Spider-Man. Tapi menyelamatkan hari (?) itu ga gampang, karena polisi menganggap Spider-Man itu ngerecokin, sementara pacarnya Peter, Gwen Stacy, itu anaknya kepala polisi. Nahloh.

Yang paling ditunggu-tunggu aku sebagai penonton sebenernya kisah masa lalunya Spiderman. Karena dari film-film sebelumnya aku suka bertanya-tanya, "emang kemana bapak ibunya?" Untuk orang-orang yang males ngebaca Spiderman versi komik-nya Marvel seperti saya, pas banget film ini dihadirkan.

Dan jujur aja kayaknya aku ga ngebet-ngebet amat pengen nonton TASM kalo Peter Parker-nya bukan Andrew Garfield. Seriusan. Tapi gue bukan ababil-ababil yang sekali nonton TASM terus ngepens yang musiman gitu. Di Social Network waktu dia jadi Eduardo Saverin ituuu adlafkjdlafkdfj. Tapi kenapa di TASM dan Social Network dia sama-sama nulis rumus-rumus algoritma itu... entah kebetulan atau apa. Kayaknya dia emang pinter dari sananya.



IYA KAAN DEJAVU BANGET

Andrew Garfield as Eduardo Saverin

Tapi di Ellen Andrew pernah bilang dibalik kostum spiderman dia ga pake apa-apa lagi looh. *ketawa mesum*


Stonefield (Emma Stone X Andrew Garfield) juga termasuk yang ditunggu-tunggu penonton. Terutama ababil. Ini saya lagi. Sejak premierenya spiderman itu dashboardku dipenuhin Stonefield melulu. Di kehidupan nyata, mereka emang cute banget sih adlafjkdljkflajkdfk *makanin kuku jari* dan gimana Andrew itu puitis banget waktu ngomongin Emma, “She’s the sun, and she’s got such depth. She can do anything. She’s magic.” Pengen nangis banget ga sih kalo ada cowok yang bilang lo itu mataharinya? sayangnya itu bukan gue oke.


stonefield gif from tumblr. not mine.

Semoga ini bukan publicity stunt yah. Jangan sampe.

Dannn kembali ke filmnya. Pertamanya kukira Peter versi TASM itu terlalu... keren. Maksudku dia ga ada tampang cupu sama sekali, dan sebelumnya dia ga pake kacamata tapi contact lens. Dan dia main skateboard yaampun. Banyak yang gasuka versi ini. Tapi menurutku sih itu bagus juga. Menurut review yang aku baca sih (entah di mana ya lupa) Peter Parker-nya Andrew lebih dekat sama versi komik. Menurutku juga mendingan versi yang ini. Karena ga semua orang yang pinter dan penyendiri itu culun, ngebosenin, dan ga menarik. Menurutku si Peter Parker TASM sebenernya keren dan asyik, tapi mungkin dia agak penyendiri dan awkward untuk bisa fit in sama temen-temennya.

Gwen Stacy
Banyak yang ngebandingin aktingnya Andrew Garfield vs Tobey Maguire. Ya kataku sih akting mereka emang beda dan ga bisa dibandingin. Kalo yang versi Tobey Peter-nya lebih pendiam dan perannya stereotipe culun banget. Sementara Andrew membawa karakter Peter jadi lebih luas lagi.

Selain perang Andrew vs Tobey Maguire, juga ada MJ vs Gwen Stacy. Menurutku mereka ga bisa dibandingin juga sih, secara karakter beda kan. Lagi-lagi kata review (aku baca banyak review karena aku agak bingung pengen nulis apa), Gwen Stacy versi film dan komik agak beda. Tetep sih dia pinter, cantik, berani, mandiri, dkk dkk. Tapi kan Gwen magang di Oscorp juga terus ketemu Peter di sana. Dia ikutan magang karena dia suka sains, dan diceritakan dia selalu juara satu di kelas. Kalo dia suka sains, seharusnya Gwen ngobrol asyik sama Peter tentang sains. Sementara di film keliatannya Gwen ga begitu berperan, meskipun akhirnya dia yang ngebantuin Peter menyelamatkan New York (spoiler dikit gapapa ya). Dia ngobrol sama Peter kayak cuma buat flirting doang, cuma sekadar ceweknya Peter. Juga dia ga pernah ngambek. Pasti di tiap film ada kan adegan cewek ngambek sama cowoknya, sementara di sini Gwen ga pernah marah sama sekali. Dan nggak banyak yang bisa kita ketahui tentang Gwen dari filmnya, selain dia magang di Oscorp, cantik, pinter, baik, punya baju yang keren-keren, dan anaknya kepala polisi. Keliatannya Mary-Sue banget, padahal di komik sebenernya ngga. Takutnya sih film ini bisa bikin cowok-cowok ngarepin cewek sempurna kayak Gwen, padahal ngga ada kan. Bisa aja kejadian lho.

Dan yang kurang dari film ini menurut aku, hubungan antara Peter dan orangtuanya kurang dijelasin. Juga alur kejahatan vs kebaikan, hitam dan putih yang terlalu klise dan ketebak banget. Aku berharap ada plot twist sedikit atau kejutan apa kek supaya agak seru. Tapi secara special effects, keren banget. Ada petunjuk-petunjuk kalo bakal ada sekuelnya dan HARUS ADA SEKUELNYA. Semoga bisa dilengkapin di film selanjutnya.

Belom nonton? Tunggu apalagiiii. Kalo yang udah nonton, ayo nonton lagi. Sekalian bayarin gue biar kita bisa mengagumi kegantengan Andrew Garfield bareng-bareng. #sesat