8.17.2011

Alice has grown up ...

Kemaren aku nonton Alice in Wonderland lagi, mumpung wiken. Udah yang kesekian kalinya. Meskipun cuma DVD bajakan tapi tetep keren #eh. Udah lama sih filmnya, tapi masih pengen diripiu :D stay tune!

“Down with the bloody redhead!” –Mad Hatter

Siapa yang gak kenal si Alice yang nyasar melulu kayak Dora ini sih? Kisahnya yang legendaris diawali dari bukunya Lewis Carrol ini dibikin dua versi, Alice in Wonderland sama Alice Through the Looking Glass (udah baca yang Wonderland, tapi maaf bukunya rada ngebosenin, soalnya bertele-tele banget) ini kemudian diangkat ke dalam versi kartun, yang udah jadi trademark si Alice berambut pirang dan pinafore biru-putih. Ada juga film orangnya yang Alice Through the Looking Glass, cuma lupa itu yang mana.

Alice kartun


Kalau Alice yang ini dibikin sama Tim Burton (iya saya demen banget filmnya Tim Burton, bagus-bagus sih), ceritanya agak lain. Settingnya 13 tahun sesudah cerita klasiknya. Dia udah lupa sama kejadian di Wonderland itu, tapi masih sering bermimpi tentang itu. Alice jadi gampang teralihkan perhatiannya sejak kejadian itu. Dia juga masih percaya sama hal-hal mustahil yang ditemuinya di Wonderland, dan daya imajinasinya yang tinggi bikin dia dibilang anak aneh.

Di film ini ceritanya ibunya adalah bangsawan, yang menjodohkan dia sama anaknya teman bisnis almarhum bapaknya (hayoloh bingung XP). Tapi dia justru kabur dari acara tunangannya sendiri demi mengikuti White Rabbit yang muncul di pesta tunangannya. Masih inget kan White Rabbit yang juga ada di versi kartunnya Alice? Si Alice ini ngikutin si kelinci terus, sampai-sampai dia masuk ke lubang. Cara dia masuk ke Wonderland-nya juga sama dengan yang di buku, minum ramuan penyusut dan kue yang kayaknya kebanyakan baking powder.

Akhirnya Alice kembali ke tempat yang selama ini dia kira cuma ada di mimpinya. Dia ditakdirkan untuk membunuh Jabberwocky, naga milik Red Queen yang punya slogan “Off with his head!” ini. Tapi makhluk-makhluk Wonderland masih memperdebatkan apakah dia Alice yang asli atau nggak. Alice pun masih bingung sendiri itu mimpi atau nyata, kalau itu mimpi kok dicubit-cubit dia nggak bangun, kalaupun itu nyata it’s too weird to be true.

Dia ketemu lagi sama Mad Hatter, teman minum teh lamanya. Aku paling suka adegan minum teh, seru ehehe. Dan temen-temennya Hatter juga gila-gila kayak Mad Rabbit dan Dorm Mouse. Seru kali ya punya temen kayak Hatter.


Nonton ceritanya Alice jadi berkaca sama kehidupan sendiri. Jadi Alice itu nggak pernah melaksanakan kemauannya sendiri. Sejak lahir, dia udah dijodohkan sama Hamish, anak temen bisnis papanya, yang aneh dan punya masalah pencernaan. Biasanya kan bangsawan Inggris nggak bisa nolak kalau udah dijodohin, demi kehormatan keluarganya. Waktu dia masuk ke lubang Wonderland, semua orang punya memperdebatkan Alice itu yang sama atau nggak dengan yang mengunjungi Wonderland 13 tahun lalu. Sementara Alice bingung dan nggak tahu apa yang terjadi.

Semua orang mengharapkan Alice membunuh Jabberwocky, karena sudah ditakdirkan begitu. Alice-nya bingung dong, seumur hidup gak pernah motong ayam, apalagi membunuh naga. Semua orang menganggap diri mereka paling tahu jalan terbaik buat Alice, tanpa nanya orangnya sendiri. Di waktu dia mesti pergi ke istana White Queen, dia ngeyel demi menyelamatkan Mad Hatter. Ini mimpinya dia kok, kenapa orang lain jadi malah yang ngatur-ngatur?

Ujung-ujungnya Alice rela membunuh Jabberwocky karena teror Red Queen emang udah parah banget. Tapi itu murni karena kemauannya Alice sendiri. Bahkan White Queen pun bilang “Don’t live to please others.”

Menurutku boleh aja sih melakukan keinginan orang lain sekali-kali, tapi jangan lupakan diri sendiri.

Masih terharu dengan caranya Alice mengorbankan diri ke Red Queen demi menyelamatkan Mad Hatter. Setia kawan banget :”)

Satu lagi yang aku suka dari film ini, kostum dan pemainnya. 
di pesta tunangannya
 
begitu masuk Wonderland

kiri: waktu di istana Red Queen kanan: di tea party-nya Mad Hatter
terakhir ... waktu dia akhirnya meneruskan bisnis ayahnya keliling dunia

Di sepanjang cerita karena Alice membesar dan mengecil melulu, bajunya selalu ganti-ganti. Lucu-lucu banget. Jempol buat desainernya, Colleen Atwood. Coba kalo boleh dibawa pulang satu. Mauuu :3

Pemainnya juga keren-keren. Aku suka aktingnya Johnny Depp jadi Mad Hatter. He is completely mad!! Helena Bonham Carter juga keren. Setelah jadi teror kedua setelah Voldemort bagi umat-umat sihir, aktingnya sebagai ratu yang nyebelin banget, animal abuser, tapi tetep memberikan kesan kocak, sukses banget deh pokoknya.

Ciao. Puasanya yang lancar yah~

Tidak ada komentar: