Pages

2.29.2012

Guru Yang Beda Banget!

Ini curhatan gajelas waktu baru mulai tahun ajaran -___- buat Bu X, no heartfelt please. Hahahaha.

Semuanya berawal pada hari libur. Aku datang ke sekolah karena urusan OSIS #BetulinDasi #Ditabok. Aku disuruh dateng terus tandatangan, dengan lugunya aku nurut aja. Tapi ternyata dimintain daftar pengurus OSIS disana, jadi aku nelpon anak-anak garagara lupa nama bendaharanya. Gurunya lagi makan siang bentar, jadi aku nunggu di pos satpam. Ada buku besar kebuka di atas meja, berisi daftar nama kelas-kelas yang udah disusun.

Aku nyari daftar kelasku. Nggak ada anak baru sih, tapi wali kelasnya baru. Sebut aja Ibu X. Nama yang sama sekali asing, karena nggak pernah ngajar kelas kita waktu tahun kemaren. Anak-anak juga pada nggak tahu. Jadi yaudah, tungguin aja deh. Orangnya aja gak tau yang mana.

Hari pertama sekolah, waktu itu lagi istirahat. Aku balik dari ngemos anak-anak kelas 7, singgah sebentar di 8-1 buat minum. Aku tak yakin aku sedang berada di kelas, karena begitu memasuki kelas, yang kulihat adalah anak-anak yang sedang naik-naik meja memasangi gorden. Sementara sang guru enak-enakan duduk diatas singgasana kebesarannya. Aku langsung salam kepada guru itu, kewajiban murid-murid sekolah, bukan?

Aku menyipitkan mata dan menatap guru itu dengan tatapan menuduh. Kenapa dia tak membantu anak-anak? Kan kasihan.

Tapi itu belum apa-apa. Guru itu terus mencecar kami tentang taplak meja, wastafel kotor, pengharum ruangan, sampul buku absen, buku IPA bilingual, dsb, dsb. Oke, jika kamu bilang guru itu perhatian kepada penampilan kelas. Tapi dia sama sekali nggak memerhatikan murid-muridnya. Nggak ikut terlibat dalam satupun kegiatan kerja bakti kelas. Kerjanya cuma menyuruh doang. Sudah gitu lidahnya nggak dijaga lagi.

Aku hanya bisa merutuk dalam hati, mendengarnya mengeluh dan menuntut. Perasaan yang tak dapat didefinisikan itu datang lagi, kali ini perasaan negatif.

Dia sangat berbeda dengan Bu Mulati, wali kelas kami yang lama. Mulai dari sampul jurnal kelas, dia yang mengerjakan. Jika memberitahu apa-apa dengan halus, dan sering bercanda. Bahkan pernah dia membawakan tanaman lidah mertua untuk kami semua, ketika seisi sekolah disuruh membawa tanaman untuk ‘mempercantik’ sekolah. Mengapa? “Daripada di rumah terus, sudah banyak tanaman, lebih baik disumbangkan untuk sesuatu yang berguna, kan?” aku membenarkan ucapannya dengan sepenuh hati. Aku terharu dengan kebaikannya.

Dan kini? Tatapan penuh kebencian kuarahkan ke arah meja guru, ke arah guru gendut tanpa senyum. Tidakkah seseorang pernah memberitahunya tentang sopan santun?

2.05.2012

The Hunger Games: ketika nyawa remaja dipertaruhkan.

iyaguetau judulnya lebay banget tapi bodoamat lah

HALOOOO. Sebulan kita nggak berjumpa. SEBULAAAANNN *meluk tembok*. Jadi nyesel sendiri buka Twitter-Tumblr melulu hahaha. Dan gue nggak akan lolos dengan alibi ‘sibuk belajar’, karena baru awal bulan dan nilai-nilai mulai menampakkan wajah aslinya disini. Tiga ulangan semuanya pas-pasan, ituuu nanggung banget. jawab bener satu soal lagi aja bisa dapet nilai KKM, 76 atau 78. 

/omg /omg /omg

Jadiii sebenernya gue pengen review buku atau ngegalau soal nilai sih?

Seperti yang gue janjikan (keliatannya ngga ada yang menunggu janji ini jadi kayaknya gue nyante ajah) bulan lalu, gue bakal ngereview The Hunger Games. Yuhuuu gue juga seneng banget :) buku ini kerennya banget-bangetan soalnya.

-

“May the odds be ever in your favour.”

The Hunger Games by Suzanne Collins... cover versi bagusnya.

Beberapa tahun yang akan datang, Amerika akan musnah, digantikan dengan berdirinya negara Panem. Panem terdiri dari 13 distrik termasuk Capitol, tapi distrik terakhir yang melakukan pemberontakan udah dihancurkan. Ancaman dari Capitol—kayak ibukota diktator yang kejem gitu—bahwa distrik manapun yang berusaha memberontak bakal berakhir seperti distrik 13. Sebagai peringatan, diadakan acara The Hunger Games itu, acara TV tidak berperikemanusiaan dimana dari setiap distrik akan mengundi masing-masing anak laki-laki dan perempuan umur 12-18 yang akan jadi tributes untuk mengikuti acara TV itu. Hanya untuk menegaskan bahwa nggak ada orang di dunia ini yang bisa melawan Capitol. Dua pilihan, menang (hadiahnya uang dan makanan yang banyak banget) atau mati.

Point of view-nya dari cewek 16 tahun super tangguh bernama Katniss Everdeen. Dia cuma hidup bertiga sama ibu dan adeknya, Primrose, dan menafkahi keluarganya dari berburu—sejak ayahnya meninggal karena kecelakaan galian dan ibunya jadi pendiam banget sejak saat itu. Tanpa pikir panjang dia ngegantiin Primrose yang terpilih jadi tribute. Kakak yang kurang baik apa sih dia. Coba bandingin sama gue dan apa yang gue lakukan terhadap adek gue.

Dalam Hunger Games, 24 peserta itu bakal dimasukkan ke suatu arena pertandingan berbentuk hutan yang luas banget. barang-barang yang diperluin buat bertahan hidup tersedia di satu lapangan. Arena perlombaan itu dikontrol oleh kelompok yang bernama Gamemakers, mereka bisa bikin apa aja, hujan badai (coba kalo hujan duit), predator serem-serem, maupun tembok api. Dan nggak ada aturan sama sekali sebenernya, lo boleh mengambil apa saja dan membunuh siapa saja, yang sebenernya emang inti dari perlombaan itu.

Nggak hanya soal survival aja. Muncul lagi Peeta Mellark, sesama tribute dari distrik 12, sosok dari masa lalunya. Muncul ide dari Haymitch, mentor distrik 12, supaya dibikin skenario cinta di antara mereka. Awalnya sih skenario lama-lama jadi gimana yaaaaa

Buku ini keren bangeett. Selain ide cerita yang lebih 'baru', nggak biasa dan nggak ngebosenin, tutur katanya enak banget. Nyata, gue jadi ngerasa ada di arena THG dan deg-degan sendiri waktu baca buku itu.

Meskipun kedengerannya barbar banget, tapi buku ini isinya nggak cuma bunuh-bunuhan doang. Lebih ke cara-cara bertahan hidupnya Katniss, dan perasaan emosionalnya dalem banget karena menggunakan sudut pandang orang pertama. Kangen rumah, Prim, dan plesbek-plesbek yang bikin mata berkaca-kaca. /no

THG membuka mata gue terhadap kekejaman yang dilakukan manusia. Kemiskinan yang masih banyak di Indonesia. Segala bentuk kekerasan dan pemaksaan bakal jadi 10 kali lebih menyedihkan kalo ada anak-anak di bawah umur yang terlibat di dalamnya. Anak itu mestinya dilindungi, bukannya diadu kayak ayam di arena buat saling membunuh cuma karena dendam masa lalu. Nggak cuma di fiksi doang—masih banyak di kota-kota besar anak-anak yang mestinya sekolah atau main malah ngamen dan minta-minta di jalanan, malah sampe ada yang ikut kerusuhan dan salah gaul juga. Dan bikin bersyukur juga meskipun keluarga gue nggak kaya-raya juga tapi alhamdulilah berkecukupan, nggak perlu hidup kayak Katniss yang harus berburu di hutan segala.

Tiga buku dalam trilogi THG ini: The Hunger Games, Catching Fire, dan Mockingjay. Pengen beli tapi mahal. Boleh pinjem gaaa? /please
Cover The Hunger Games versi Scholastic yang nggak banget 

Yang ini THG punya temen gue. Iya, sampulnya nggak banget. Pertama-tama gue pikir ini kayak buku pembunuhan yang serem-serem itu (iyasih emang pembunuhan, tapi beneran, ceritanya nggak seserem covernya sendiri). Kalo orang-orang nggak bilang buku itu bagus sih kayaknya gue nggak akan baca. Yep, people DO judge book from its cover. /hmm

Hihi sekian kakaakk. Sampai ketemu... gatau kapan kalo gue pengen ngeblog lagi. /bye

Dan abis ini pengen review Ranah 3 Warna! Yaayy!

1.06.2012

Tahun Baru... Buku Lama

Gimana tahun barunya, ceman-cemans? Tahun baru gue sih lumayan...

... lumayan ngenes. Dibandingkan temen-temen yang mungkin jalan-jalan keluar kota atau keluar negeri, gue cuma nginep di rumah Eyang. Apalagi waktu itu lagi demam, padahal lagi bakar-bakar udang sama ayam, guenya malah nggak enak makan... ngenes banget.

Yang paling nggak bisa ditoleransi dari liburan ini adalah, gue nggak jadi beli buku! sebenernya emang nggak ada rencana apa-apa sih -___- tapi tetep aja ngidam beberapa judul. Suddenly Supernatural 2 sama Gallagher Girls 1. Berharap dipinjemin The Hunger Games sama temen gue (tapi ngga dipinjemin), dan kalo kejatohan duit segepok waktu ngejemur kancut, pengen beli Perks of Being a Wallflower dan Heroes of Olympics. Mahaal bo. /shock

Tapi gue lumayan menemukan kesempatan dalam kesempitan haha. Setelah minjem kesana kemari dan ngorek-ngorek rak buku akhirnya dapet juga buku-buku ini. Nggak semuanya gue ngidamin sih, tapi lumayan buat ngisi liburan yang cuma, ulangi, CUMA, 2 minggu ini. gilaaaa tambahin dikit kek semingguu gitu?!

/floor /floor /floor

1. To Kill A Mockingbird by Harper Lee
To Kill a Mockingbird edisi Indonesia (Gold edition) sumber
“Keberanian adalah saat kau tahu kau akan kalah sebelum memulai, tetapi kau tetap memulai dan kau merampungkannya, apapun yang terjadi.”

Gue pinjem dari temen gue seminggu sebelum liburan, jadinya buku itu nginep di rumah gue tiga minggu ._. maap yah qaqa. Buku klasik banget, yang ngarang aja udah tua banget, meninggal malahan. Itu ceritanya suasana kota Maycomb, Alabama, tahun 1930-an waktu masih ada budak dan perbedaan rasis warna kulit. Jem dan Scout Finch itu kakak beradik biasa, tapi hidup mereka berubah setelah bapaknya yang pengacara, membela seorang kulit hitam.

Pengen banget gue jadi anak-anak kayak Scout pas kecilnya gelantungan di pohon, main ke tante rumah sebelah, masa kecil bahagia banget huwehehe. Bandingin sama gue sekarang *mukangenes* dan Atticus itu sosok bapak yang sempurna dan heroik banget. Buku ini bikin gue tambah prihatin sama perbudakan dan budaya rasis jaman dulu, untung sekarang udah dihapuskan. Jempol buat Ms. Lee!

2. Manusia Setengah Salmon by Raditya Dika
Manusia Setengah Salmon... kenapa sampe mangap gitu ngeliat gue lewat ._.  sumber
“Hidup penuh dengan ketidakpastian, tapi perpindahan adalah suatu hal yang pasti.”

Haaaa buku ini awalnya pengen gue beli juga sih tapi waktu itu gue beli majalah Hai yang ada KK nya :p jadi minjem aja. Kayak buku-buku Radit yang dulu-dulu, buku ini banyak curhat tentang pengalaman pribadi. Kali ini tentang perpindahan—yang paling banyak itu pindah hati dan pindah rumah. Terus pindah sopir, dan pindah-pindah yang lain. Di antara bab-bab itu banyak jokes yang bikin sakit perut, bikin gue udah 32 kali bolak-balik ke UGD. Buku ini bikin galau: dikit-dikit sedih, dikit-dikit terharu. Diiringi dengan tatapan terharu dari ibu gue, menyaksikan gue ketawa-tawa sendirian.

Buku ini nggak selucu yang dulu-dulu. Karena tujuannya bukan cuma lawak doang, tapi sedikit... ehm... bijaksana. Ada sih bagian yang lucu, tapi selebihnya mengajari kita kalo hidup itu selalu berpindah-pindah, dan cara mengatasinya? Nikmatilah perpindahan itu. Tapi jujur ada beberapa bab yang menurut gue nggak ada embel-embel ‘pindah’nya. Tapi buku ini emang asli keren sih. Jempool!

3. Harry Potter and the Orde of Phoenix by J.K. Rowling
Harry Potter and the Order of Phoenix terbitan Gramedia sumber
1200 halaman. HAHA gila gabakal selesai dua minggu juga kali. Buku ini gue punya udah lama banget dari kelas 3 atau 4, jilidannya udah banyak yang lepas gitu haha.

Dalam serial Harry Potter, ketegangan mulai naik dalam buku ini. Harry dkk udah nggak kecil lagi, udah harus menghadapi kenyataan bahwa tuan pesek telah kembali, dan orang-orang nggak mau percaya. Hidup nggak kayak dulu lagi. Tiba-tiba dia harus menghadiri sidang Kementerian Sihir (Fudge rese banget  sumpah), Dumbledore bersikap dingin sama dia, terus tinggal di markas besar Orde of Phoenix, organisasi lama yang sekarang bangkit kembali. Apakah dia cuma duduk-duduk diem memandang kancut kering di jemuran saja? Nggak dong, bahkan dia membangun gerakan pemberontakan sama anak-anak Hogwarts terhadap Kementerian yang semuanya menganggap dia sedeng.

Film-film Harry Potter emang udah selesai, tapi apakah itu berarti gue harus udahan baca bukunya? Nggak. Justru dengan membaca lagi bukunya gue jadi mengingat momen-momen yang terlupakan, dan bagian-bagian yang terlewatkan. Baca buku ini lagi bikin gue inget betapa kerennya Harry Potter (masih), masa-masa kejayaannya, dan bagian mana pas gue nangis dulu. we’ll always stay with you, Harry, until the end!

4. Dog’s Love by Iwok Abqary
Dog's Love by Iwok Abqary sumber
Ceritanya tentang orang yang bisa ngomong sama anjing. Kalo cuma sampe gitu doang kayaknya nggak ada yang bakal tertarik buat beli buku ini -___- jadi gara-gara jatoh dari tangga, Dido jadi bisa ngomong sama anjing di kosannya, Bleki. Tapi masalah jadi runyam! Selain dibawa ke psikolog sama bapaknya, persahabatannya sama Bayu terancam, begitu juga hubungannya dengan gebetannya, Wita!

Buku ini emang kocak banget. Deskripsinya, metaforanya, aduh sumpah bikin sakit perut banget. kedengerannya ceritanya biasa sih, cowok yang naksir sama cewek terus bisa ngomong sama anjing, dsb dsb. tapi karena tutur katanya yang super kancut (?) terus settingan tempatnya; sebuah kosan kumuh di Bandung dan sifat karakternya yang aneh-aneh, cerita ini jadi ngga biasa. Kocak gila!

5. KaWanku nomor 115
Taylor Swift di KaWanku no. 115 sumber
W gue baru beli kemaren. Sampulnya Taylor Swift dan ada artikel khusus Tayornya aheeee. Tapi tautau sampulnya lecek aja garagara kena air pas nonton GDD 2. Parah banget. jilidannya lepas terus lembab, bengkok-bengkok, dan sedikit robek. *ngikutin kata-katanya om Alit: it’s so kamfret, you know?* Faktanya gue punya banyak majalah. Dan banyak juga yang rusak kena aer. Tapi nggak ada yang kena aernya separah majalah gue ituuuu *nangis bombay *full curcol

/no /no /no

Hmm oke mungkin tahun baru gue nggak sesuram itu. Gue cuma butuh bersyukur aja.

Tapi teteeeuup. Senen depan gue udah masuk lagi (dengan jadwal pelajaran yang baru!!! Nggak bisa aja liat orang lain seneng dah). Waktu berlalu cepet banget kalo udah ketemu internet—baru bentar aja udah ngelanggar resolusi -___- tapi gue masih pengen libuuur mamiii. Bye.



10.28.2011

[x]


There are couples everywhere
with chocolates to share
the singles are screaming 
"WORLD ISN'T FAIR!!!"
I give them a glare
here I am, single and sitting in a damn chair
I have no chocolates to share
Then why should I care?


Well...... this should be a Valentine poem LOL. Mungkin mesti di repost lagi waktu Valentine.

Hai. Setelah sekian lama vakum posting akhirnya ngepost lagi. Nggak tau, apakah aku bosen atau gimana. Aku sendiri juga gatau. Mungkin lebih sibuk di real world. (mencoba) Belajar, atau lebih aktif bergaul (LOOOLLL). Dan sekarang akan (mencoba) posting lebih sering lagi. Itu kalo berhasil ...

10.14.2011

...

It’s crazy to think that in this very second right now. Someone’s dying. Someone’s cheating on their wife. Someone’s writing a suicide note. Someone just lost their daughter. Someone just got diagnosed with cancer. Someone just got in a car accident. Someone’s pregnant. Someone did cocaine for the first time. Someone just got raped. Someone took another person’s life. Someone hasn’t talked to their dad in years. Someone’s abusing their spouse. Someone’s signing divorce papers. Someone killed themselves. Right there. In that very second, all of that happened somewhere out there in the world. [x]